1 Orang Positif Covid-19, Besok Puluhan Santri Bener Meriah dari Klaster Magetan akan Tes Swab

17-05-2020 11:14:11

Rabu, 6 Mei 2020 16:50

Puluhan santri asal Bener Meriah dari Pondok Pesantren (Pompes) Al-Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur direncanakan besok akan dilakukan pemeriksaan swab oleh Dinkes Aceh. Rencana pemeriksaan swab terhadap santri tersebut, akan dilaksanakan di RSUD Munyang Kute, Kabupaten Bener Meriah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah, Iswahyudi M Kes, melalui Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Rina Desi Sartika Skep kepada Serambinews.com, menyampaikan, besok rencananya para santri Bener Meriah dari Klaster Magetan akan dilakukan pemeriksaan swab oleh Dinkes Aceh.

“Besok semua santri dari Klaster Magetan akan dilakukan pemeriksaan swab, beserta dengan keluarga intinya yang kontak erat,” ujar Rina. Disebutkan Rina, para santri Bener Meriah dari klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur yang terdata sebanyak 22 orang. “Kurang lebih kemungkinan sekitar 40 orang yang akan menjalani pemeriksaan swab, termasuk santri dan keluarga inti yang kontak erat,” ungkapnya.

Menurut Rina, hari ini sebanyak 44 warga Kampung Pemanggo, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah telah menjalani rapid test. Mereka diduga kuat pernah kontak langsung dengan BN yang terkonfirmasi positif Covid-19, berdasarkan hasil uji swab dari Badan Litbangkes Aceh pada 5 Mei 2020. Pelaksaan rapid test tersebut juga dipantau langsung oleh Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi dengan mengenakan APD lengkap. Bersama Ketua DPRK Bener Meriah, MHD Saleh, dan Wakil Ketua I Tgk Husnul Ilmy, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah, Iswahyudi M Kes.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah, Iswahyudi M Kes, melalui Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Rina Desi Sartika Skep yang dihubungi Serambinews.com menyampaikan, sebanyak 44 warga Kampung Pemanggo, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah menjalani rapid test, karena mereka diduga erat pernah kontak langsung dengan BN.

Disebutkan Rina, rapid test tersebut dilakukan terhadap keluarga dekat, keluarga inti, kemudian juga para jamaah shalat tarawih yang pernah diimami oleh BN, serta yang pernah kontak dan bersalaman dengan dia. Menurutnya, kegiatan rapid test tersebut dimulai sejak pukul 10.00 Wib dan selesai sekira pukul 13.30 Wib. “Pemeriksaan rapid test hari ini dilakukan terhadap keluarga dekat, keluarga inti, kemudian juga para jamaah shalat tarawih serta warga yang pernah kontak langsung dengan BN,” ujar Rina. Menurut Rina, hasil rapid test pertama ini semuanya non reaktif, kemudian setelah 7-10 hari lagi akan dilakukan rapid test yang kedua. Ia menambahkan, untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kampung Pemanggo, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, pihaknya sejauh ini telah menertibkan warga untuk penggunaan masker.

Serta yang telah menjalani rapid test juga wajib melakukan isolasi madiri di rumah masing-masing secara disiplin.

“Petugas juga masih terus men-tracking siapa saja yang pernah kontak langsung dengan BN, warga yang telah terdata dan diduga pernah kontak langsung dengan dia hari ini telah dilakukan rapid test,” pinta Rina. Menurut Rina, hingga saat ini keluarga inti yang belum dilakukan rapid test tinggal kedua orang tuanya. Karena mereka posisiya masih di Banda Aceh, ikut anaknya yang sedang di rawat di RSUZA. “Keluarga inti tinggal ayah dan ibunya karena masih di Banda Aceh, maka belum di lakukan rapid test,” tambahnya. (*)

Sumber.aceh.tribunnews.com