Pemkab dan DPRK Bener Meriah Siap Susun Rancangan Qanun Perlindungan Kopi Arabika Gayo

16-10-2019 00:47:34


Redelong- Pasca berkembangnya isu yang meresahkan masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah bahwa kopi arabika gayo terkontaminasi zat kimia (glyphosate), Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengadakan pertemuan dengan para koperasi yang bergerak di bidang eksportir kopi di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Senin, (14/10/2019) di ruang Offroom Sekdakab Bener Meriah.

Pertemuan tersebut dihadiri sedikitnya 15 koperasi di Bener Meriah. Dua di antaranya dari koperasi Kabupaten Aceh Tengah, yakni Koperasi Baburayyan dan Koperasi Ketiara.

Pada pertemuan tersebut, Rahmah, Ketua Koperasi Ketiara meminta pemerintah perlu membuat qanun (regulasi) perlindungan kopi arabila gayo. Hal itu guna mempertahankan kualitas kopi arabika gayo. Selain itu, ia minta agar dipastikan jangan sampai ada kopi datang dari luar masuk ke Dataran Tinggi Gayo tapi diklaim sebagai kopi arabika gayo.

Senada dengan Rahmah, Zamhur, dari Koperasi Permata Gayo juga mengharapkan qanun perlindungan kopi arabika gayo itu segera dibuat. 

"Perlu dan sangat penting qanun perlindungan kopi gayo itu segera disahkan. Hal itu agar kualitas dan nama kopi gayo selalu menjadi terbaik di dunia," kata Zamhur.

Menangapi hal itu, Ketua sementara DPRK Bener Meriah, Darwinsah siap membuat regulasi atau qanun perlindungan kopi arabika gayo. Karena kopi arabika gayo merupakan sendi utama perekonomian masyarakat Bener Meriah. 

Pada kesempatan itu, Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Sarkawi menuturkan, guna menjaga kualitas dan mempertahankan bahwa kopi arabika gayo masih yang terbaik di dunia, pihaknya siap menyusun rancangan qanun perlindungan kopi arabika gayo.

Bupati juga meminta bahwa kita semua harus sepakat untuk mempertahankan kualitas kopi arabika gayo. Untuk itu eksekutif, legislatif, dan koperasi harus berkolaborasi melindungi dan mempertahan kualitas kopi agar masih diakui kopi arabika terbaik di dunia.*(gn/fa)