Sekda Aceh Kunjungan Kerja Ke Bener Meriah: ASN Jangan Mengeluh

16-10-2019 00:45:58


Redelong- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh, dr. Taqwallah, M. Kes, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dalam rangka rapat kerja lanjutan percepatan Program Bereh (bersih, rapih, estetis, dan hijau), penanganan stunting, dan Jaminan Kesehatan Aceh, Selasa, (14/10/2019).

Raker program Bereh yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga dan Seni (Gor) Bener Meriah disambut Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Sarkawi;  
Plt Sekda Bener Meriah, Khairun Aksa, SE. MM;
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif;  para asisten, para kepala OPD, Camat, Kepala Puskesmas, Reje Kampung dan para bidan di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Dalam raker tersebut Taqwallah menegaskan, jadi pemimpin harus siap mengemban amanah menjadi pelayan publik. Amanah yang diemban merupakan suatu tiket ke surga.

"Untuk itu, seorang sekda itu harus terasa asisten, asisten harus terasa kabag, begitu juga kepala dinas. Jangan sebaliknya, kabag terasa kadis, kadis terasa sekda, maka tiket ke surga kita akan hangus," ujar Taqwallah.

Ia menambahkan kalau tiket ke surga kita tidak ingin hangus, maka yang perlu dilakukan adalah sabar, komunikatif (saling mengerti), bercita rasa, dan tertangani penyakit. Itu tiket bagi kita pelayan kesehatan, ungkapnya.

"Hal yang harus kita hindari adalah jangan mengeluh karena orang-orang yang mengeluh adalah orang yang tidak percaya dengan takdir," tegasnya.

Sebelumnya, dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif menjelaskan, kunjungan kerja tentang raker program bereh merupakan tindak lanjut instruksi dari Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah.

"Gubernur Aceh menginginkan fasilitas publik, fasilitas kesehatan, fasilitas umum dan fasilitas pelayanan benar benar tersedia dan digunakan sebagai mana mestinya," kata dr. Hanif.

Karena itu, lanjut Hanif, Plt Gubernur Aceh  mencetuskan program Bereh. Harapan yang ingin dicapai dari program Bereh dan JKA  tersebut mempersiapkan fasilitas semaksimal mungkin dan sebersih mungkin agar pelayanan yang diberikan pada masyarakat lebih maksimal.

Hanif juga memaparkan, Aceh saat ini termasuk terbanyak kasus stunting. Oleh karenanya, guna mencegah terjadinya stunting pelayan kesehatan harus ditingkatkan dan mendeteksi sedini mungkin pada ibu hamil. 

"Para bidan desa, harus benar-benar memberikan penyuluhan, sosialiasi terhadap warga di wilayahnya masing-masing," pesan Kadiskes Aceh itu.

Raker program Bereh di Bener Meriah tersebut, diwarnai dengan pencabutan undian oleh Sekda Aceh, Bupati Bener Meriah, dan Kadis Kesehatan Aceh. Yang terpilih dari hasil undian kupon mempresentasikan pelaksanaan pelayanan, kondisi perkantoran, dan hasil capaian program Bereh. Undian yang terpilih di antaranya atas nama Puskesmas Bukit, Kantor Camat Syiah Utama, dan Bidan dari Kampung Kulem Parakanis, Kecamatan Timang Gajah.*(gn/fa).